Serpong masih menjadi idaman

24 Mei 2011



Jarum penunjuk arah tampaknya masih setia menghadap kawasan Serpong dan sekitarnya, sebagai daerah yang memiliki nilai investasi tinggi dan masih menyimpan harapan hidup yang layak.

Serpong telah menjadi kota mandiri yang terang benderang. Ada perkantoran, sentra bisnis, hypermarket, sekolah international, hingga pergudangan. Fasilitas hiburan, olahraga, dan kesehatan juga tersedia.

Sarana penunjang pergerakan warganya komplit. Ada bus dan kereta api. Masih ditambah infrastruktur jalan tol lingkar kota dan Jakarta-Merak. Coba kurang apa lagi? Mereka yang tinggal di Serpong tidak kesulitan jika ingin bergeser ke Banten, Bekasi, Jakarta, atau Bogor.

Amat wajar bila banyak orang yang bekerja di Jakarta, mengincar Serpong untuk memwujudkan mimpinya tentang tempat tinggal yang layak. Akibatnya, semua jenis tempat tinggal di Serpong laris manis. Harganya pun terus membumbung.

Untuk satu meter persegi tanah di Serpong pada sejumlah perumahan yang letaknya strategis, pembeli harus merogoh kantong rata rata 3-4 juta. Bila konsumen adalah keluarga muda modern yang membutuhkan tanah 200 meter persegi, ia harus menyiapkan dana Rp. 600-800 juta.

Angka tersebut nanti akan turut mengubah komposisi waga yang tinggal di dalam Serpong. Pasalnya rumah yang harganya di atas setengah milyar rupiah merupakan produk bagi kalangan menengah ke atas.

Namun, geliat bisnis dan investasi property akan tetap merambat naik sebab meski harga rumah semakin mahal, kelas menengah di jabotabek terus tumbuh. Mereka tetap membutuhkan tempat tinggal dan aktivitas bisnis maupun hiburan.

Koran ini pada 2009 pernah, melaporkan sebanyak 22,5 juta penduduk Indonesia memiliki pendapatan perkapita 6000 dollar AS dan 22,5 juta lainnya menerima 3.000 dollar AS ke atas. Itu artinya ada 50 juta penduduk Indonesia yang memiliki pendapatan 3.000 dollar AS ke atas. Diperkirakan kelas itu akan terus bertambah, bahkan naik kelas.

Sentimen Positif juga terus terpicu oleh pembangunan infrastruktur, utamanya jalan tol. Pengembangan jalan tol Kunciran-bandara Soekarno Hatta sepanjang 14 kilometer misalnya, diyakini semakin melambung nilai investasi kawasan Serpong.

Vony Halim, GM Marketing Paramount Serpong, sepakat akan hal itu. “Kawasan Serpong didukung dengan infrastruktur yang baik, sehingga mudah dicapai dari wilayah pusat maupun barat Kota Jakarta. Terutama melalui Jalan Tol Jakarta – Merak. Selain itu, perkembangan Serpong lebih pesat bila dibandingkan dengan pertumbuhan wilayah suburban Jakarta lainnya,” katanya, Senin (23/5).
Vony mencontohkan melalui property yang dikembangkan oleh Paramount Serpong, yang nilai investasinya mengalami pertumbuhan minimal 50 persen per tahun. Hal itu juga didorong oleh pembangunan hunian, fasilitas, maupun infrastruktur di kawasan Gading Serpong yang cepat.

“ Hingga kuartal pertama tahun 2011 kami telah berhasil membukukan penjualan residensial sebesar 1 triliun. Hasil terbanyak diraih dari produk unggulan IL Lago yang merupakan kawasan bergaya Italia dengan fasilitas yang begitu lengkap, serta akses yang mudah dari arah Jakarta Barat melalui jalan tol Jakarta-Merak maupun dari arah Jakarta Selatan melalui jalan tol BSD-Serpong,” ujar Vony.

Atas sukses yang dicapai pada kuartal pertama tersebut, Paramount serpong tak ragu ragu memasarkan property unggulan mereka berikutnya, yakni cluster The Lavender. Tempat tinggal yang didesain mengikuti gaya neo-Mediterania ini, berada di lingkungan yang asri, nyaman dan segar.

Cluster ini eksklusif dengan adanya taman bunga Lavender yang dilengkapi dengan taman bermain, air mancur mengambang, kolam ikan, kolam renang, dan club house. Lokasinya juga strategis, dekat dari sekolah dan perguruan tinggi bermutu, seperti Tarakanita, Stella Maris, BPK Penabur, Sekolah Pelita Harapan, UMN, UPH, Tarumanegara. Dekat juga dengan rumah sakit, Pasar Modern Paramount, Mal Serpong, dan supermall,” teramh vony.

The Lavender berdiri di atas tanah seluas lima hektar. Guna menghadiri atmosfer yang eksklusif, hanya dibangun 206 unit rumah dalam cluster ini. Setiap unit dirancang agar mudah diperluas dandikembangkan menjadi rumah tumbuh bila nantinya jumlah anggota penghuninya bertambah.


Sepenuh Hati


Vony mengaku property yang dikembangkan oleh Paramount Serpong senantiasa diminati pembeli karenamereka merencanakan proyeknya dengan sepenuh hati. Hasilnya, property yng mengusung nilai-nilai inovasi. “Dengan dukungan infrastruktur yang disiapkan dengan baik, kawasan hunian ini segera dibangun pertengahan 2011 agar dapat dihuni pada Juli 2012.”

Paramount Serpong menawarkan cara pembayaran yang memudahkan pembeli. Selain dengan cara membayar tunai bertahap, pembeli juga bisa mengambil KPR pada sejumlah bank. Apalagi hamper semua bank saat ini menawarkan tingkat suku bunga yang menarik serta pelayanan proses kredit yang cepat.

Ia juga setuju dengan peraturan Bank Indonesia yang beberapa waktu lalu mewajibkan agar setiap bank menampilkan tingkat suku bunga dasar kredit (SBDK) di laman situsnya. Hal itu dapat menjadi alat bantu bagi pembeli yang mengajukan KPR.

“Dengan adanya informasi tingkat suku bunga yang lebih terbuka bagi masyarakat luas, akan mendorong persaingan yang sehat di antara bank penyedia KPR. Sehingga akan semakin meningkatkan pembelian property melalui KPR dan mendorong turunnya  bunga kredit, “ katanya.
Di Gading Serpong, Paramount Serpong telah membangun sejumlah gedung tinggi (high rise buildings) untuk melengkapi wilayah ini sebagai kota mandiri. [TYS]

Sumber : Koran Kompas, Selasa, 24 Mei 2011 halaman 23

 







Copyright 2013 KSO Paramount Land All right Reserved
+ sitemap