Terpesona Keindahan Spanyol

14 Desember 2012


President Director & CEO Paramount Group Tanto Kurniawan menuturkan, melihat perkembangan arsitektur selama dua dekade terakhir ini, pada tahun 90-an masyarakat Indonesia tertarik dengan arsitektur Mediterania. Jika dilihat lebih teliti, negara Mediterania meliputi negara semenanjung Ibera, Portugal, dan Spanyol yang menyebar ke Yunani, Italia, Maroko, Perancis (Nice dan Monaco). Artinya, sejak 20 tahun yang lalu masyarakat kita sudah melihat gaya Mediterania adalah gaya yang bagus.

“Rumah bergaya Mediterania lebih awet dibandingkan yang bergaya post modern atau minimalis. Walaupun dari sisi pembuatan butuh biaya produksi dan keterampilan yang tinggi, tetapi gaya Mediterania tak akan bosan jika dilihat 30 tahun mendatang,” ungkap Tanto.

Secara budaya, Spanyol memang identik dengan keindahan. Contohnya, dua kota di Andalucia, Spanyol yaitu Alicante dan Almeria. Tanto menuturkan, kota Almeria di Spanyol tak hanya terkenal dengan klub sepakbolanya. Maklum, di sana ada sebuah rumah yang sempat disinggahi band terkenal The Beatles. Berawal dari kota inilah, The Beatles berhasil menciptakan lagu yang berjudul Strawberry Fields Forever.

Sementara itu, kota Alicante juga merupakan kota menarik karena memiliki satu daerah yang menjadi ikon dari Spanyol dengan jalan pedestrian yang terbuat dari mozaik. Jalan pedestrian ini terletak di tengah kota dan sering menjadi daerah tujuan wisata.

Semua hal tersebut coba ditawarkan Paramount Group melalui perumahan terbarunya di Serpong yaitu kawasan yang bernama Andalucia. Tanto menjelaskan, secara total, kawasan Andalucia di Paramount Land adalah 50 hektar dengan total rumah 2.000 unit. Rencananya, di kawasan yang terdiri dari dua kluster yaitu Alicante dan Almeria ini akan dibangun beberapa bangunan yang menjadi ciri kota-kota di Spanyol tersebut.

Contohnya, akan ada mozaik jalan pedestrian yang saat ini sudah rampung sekitar 95 persen pembangunannya sepanjang 1,3 km dengan lebar 3 meter. Ketika memasuki kawasan ini, Anda akan disambut sekitar 3.900 meter persegi mozaik yang berwarna-warni putih, biru, dan pink yang berliuk-liuk seperti ombak.

“Walaupun Almeria dan Alicante termasuk kota klasik, tetapi di boulevardnya akan dipasang pohon-pohon besi yang meliuk-liuk. Hal ini mencerminkan kedinamisan suatu kawasan sekaligus melambangkan ciri khas Spanyol yaitu tarian Flamengo yang terkenal dengan liukannya,” jelas Tanto.  

Secara lokasi, lanjut Tanto, kawasan Andalucia Serpong begitu strategis karena bersebelahan di kawasan IL Lago (the lake atau danau) yang berkonsep Italia. Fasilitas yang ada di dua kawasan ini adalah rumah sakit yang akan selesai bulan November 2012,  UMN dengan total mahasiswa nantinya 20 ribu mahasiswa, ritel seperti Giant Hypermarket yang akan beroperasi Juni 2012, dan fasilitas lain seperti sekolah Tarakanita, Penabur, dan pusat-pusat perbelanjaan lain.

Paramount Land sendiri memberi tagline kawasan ini dengan istilah latin, Solo Hay Una (there is only one) yang artinya hanya ada satu-satunya. Tagline ini tentu bukan sembarang tagline, mengingat kawasan ini memang menawarkan suasana bak tinggal di Andalucia, Spanyol.

Yang menarik lagi, rumah di kawasan ini akan dihiasi genteng-genteng berwarna-warni. Ada warna putih, hijau, kuning yang terlihat sangat bagus dari kejauhan. Setiap rumah juga dibangun dengan tinggi dari lantai ke ceiling adalah 3,7 meter agar sirkulasi bisa tetap terjaga.

Tak hanya itu, kawasan Andalucia, Serpong pun akan memiliki penanda kota layaknya di kota-kota besar di Eropa. Ya, kawasan ini akan memiliki Bell Tower yang diberi nama Ayunta Miento yang artinya Town Hall dengan tinggi 27 meter.

“Karena sifatnya there is only one, kami kira belum ada perumahan di Indonesia yang memiliki sebuah boulevard yang dipasangi mozaik. Begitupun Bell Tower. Selain itu, kawasan ini pun akan ditanami pepohonan khas Spanyol yaitu pohon zaitun dan jeruk Valencia Spanyol,” pungkas Tanto. [INO]

 







Copyright 2013 KSO Paramount Land All right Reserved
+ sitemap